Pemutaran Film Gratis di Taman Sempur: Sajian Hiburan Ringan untuk Warga
Bogor – Suasana sore di Taman Sempur tampak lebih hidup pada akhir pekan ini. Puluhan warga berkumpul di area terbuka sambil menikmati suasana santai dan menonton film bersama. Program pemutaran film gratis ini menjadi alternatif hiburan yang digelar rutin, terutama untuk memberikan ruang ekspresi bagi warga kota hujan.
Program ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor, bekerja sama dengan komunitas film lokal. Tujuannya sederhana namun berarti: menghadirkan tontonan berkualitas dan merawat kebersamaan di tengah masyarakat. Setiap akhir pekan, layar putih lebar terpasang di tengah lapangan hijau, diiringi lampu-lampu temaram yang menambah suasana hangat.
“Program ini sudah berjalan sekitar enam bulan dan selalu ramai peminat,” ujar Dinda, salah satu panitia dari Komunitas Layar Terbuka Bogor. “Kami ingin memberikan pengalaman menonton yang berbeda, memanfaatkan ruang publik yang ada,” tambahnya.
Film yang diputar pun beragam. Mulai dari film Indonesia klasik, dokumenter lokal, hingga film pendek karya anak Bogor. Menurut Dinda, pemutaran film gratis ini juga menjadi cara untuk mengenalkan potensi sineas lokal yang sering luput dari perhatian.
“Tidak semua orang punya kesempatan untuk datang ke bioskop. Jadi, kami bawa bioskopnya ke taman,” kata Dinda sembari tersenyum.
Sore itu, film dokumenter tentang Kebun Raya Bogor diputar lebih dulu. Sebelum layar dimulai, warga sudah berkumpul, sebagian membawa alas duduk dan camilan ringan. Anak-anak tampak antusias, beberapa remaja sibuk mencari sudut terbaik untuk mengabadikan momen menonton bareng ini.
Salah satu pengunjung, Rudi (32), mengaku rutin datang ke acara ini sejak awal tahun. “Enak banget, nonton sambil piknik, nggak perlu bayar,” katanya. “Film-filmnya juga nggak mainstream, jadi nambah wawasan baru.”
Rudi mengajak istrinya dan dua anaknya untuk datang. Mereka duduk di area rerumputan sambil menikmati suasana yang penuh keceriaan. “Anak-anak senang, saya juga bisa nostalgia nonton film lama,” ujarnya.
Selain warga lokal, beberapa wisatawan yang kebetulan singgah di Bogor juga ikut larut dalam acara ini. Putri, mahasiswi dari Jakarta, mengatakan bahwa acara seperti ini menjadi nilai tambah bagi kunjungannya. “Bogor bukan cuma soal kuliner dan wisata alam, tapi juga punya acara budaya seperti ini. Asik banget,” ucapnya.
Acara pemutaran film gratis ini dimulai pukul 18.30 dan biasanya berakhir sekitar pukul 21.00. Film-film yang diputar berganti-ganti tiap pekan, dengan jadwal dan tema yang diumumkan lewat akun media sosial Disbudpar Bogor.
Menurut Kabid Kebudayaan Disbudpar Bogor, Rina Lestari, program ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan film kepada publik. “Banyak yang bilang film Indonesia susah diakses. Kami mencoba menjembatani itu,” jelas Rina. “Selain itu, acara ini juga jadi ajang bertemu komunitas, tukar ide, dan merayakan keberagaman budaya.”
Untuk mendukung kelancaran acara, panitia juga menyediakan petugas kebersihan dan memastikan protokol kebersihan tetap terjaga. Pengunjung diimbau untuk membawa kembali sampahnya masing-masing, menjaga ketertiban, dan tidak merusak fasilitas taman.
Suasana hangat ini menjadi pelengkap sempurna bagi warga Bogor yang ingin bersantai di akhir pekan. Bagi para pecinta film, pemutaran film gratis ini seperti oase: melepas penat sambil tetap terhubung dengan sesama.
“Harapannya, acara ini bisa terus ada dan mungkin berkembang. Misalnya, nanti ada diskusi film atau workshop singkat,” ungkap Dinda. “Intinya, kami ingin Taman Sempur selalu jadi tempat yang nyaman untuk semua orang.”
Menjelang akhir film, beberapa warga masih asyik bercengkerama. Ada yang mengobrol ringan, ada yang membahas jalan cerita film, dan ada yang sekadar menikmati udara malam Bogor yang sejuk.
Dengan program ini, Bogor membuktikan bahwa ruang publik bukan hanya untuk jalan-jalan, tapi juga bisa menjadi tempat berbagi inspirasi. Sebuah bioskop mini di bawah langit kota hujan – sederhana, tapi sarat makna.

Komentar
Posting Komentar